21 Februari 2017

ROKOK


Kemarin ketika bapak hendak operasi di UGD RSIA Malang.

"Bapak ada sakit dada (jantung koroner) sudah berapa lama?"

(Enam belas tahun)

"Perokok ya, Pak? Satu hari habis satu bungkus?"


(Dulu bisa lebih dari satu bungkus per hari, sekarang sudah ga ngerokok lagi)

"Kapan berhentinya, Pak?"

(Kurang lebih tahun 2000 berhenti, disuruh mantri)

*

Bapak ada sakit jantung dari tahun 2001, kemarin yang ditanya baik sama dokter maupun perawat hanya seputar rokok, bukan yang lain.



Beliau mulai merokok usia 20 tahun an (1974), berhenti merokok kurang lebih tahun 2000, ketahuan sakit jantung 2001. Setelah 27 tahun baru terasa dampaknya.

Jarak yang lama bukan? Ibaratnya kalau berhenti merokok ketika punya anak yang baru lahir, 27 tahun kemudian anaknya menikah dan punya anak satu, sedang bapak (kakeknya) sudah sakit-sakitan.

Jadi,

jangan bilang, "Ah! Buktinya sekarang juga sehat-sehat aja meski ngerokok juga!"

Atau,

"Sakit juga aku sendiri yang nanggung, aku sendiri yang ngerasain!"

Atau lagi,

"Sakit ya tinggal berobat, banyak dokter juga!"

Sayang, percayalah bukan hanya dirimu yang akan menanggung atau merasa, tapi orang di sekitarmu-yang menyayangimu- juga menanggung dampaknya.

Misalnya:

Kamu sakit dan ga bisa beranjak dari tempat tidur, makan harus disuapi, minum harus dilayani, buang air harus dibantu. Yang melakukan itu tentu orang terdekat bukan? Iya orang terdekat yang benar-benar menyayangimu.

Sekadar tips, bapak dulu mengganti rokok dengan permen. Beliau berkemauan keras untuk berhenti merokok. Berhasil!

Jangan dulu mengeluh atau banyak beralasan, cobalah dulu dan jangan menyerah!

Bapakku bisa, kamu juga pasti bisa!

*

"Intinya Dede sayang sama Mas, makanya mau ngingetin kalau sekarang masih ngerokok, cepet kurangi. Syukur-syukur bisa berhenti. Kalau bukan perokok, pertahankan. Diri sendiri aja ga dijaga, gitu mau bilang sayang keluarga? Sayang aku dan anak kita?"

#JantungKoroner
#JugaDampakRokok
#KurangiRokok
#SayangiDiri
#SayangiKeluarga
#PagiSetengahSiangCeria
#Alhamdulillah



Malang, 18 Februari 2017

~JRS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengasah Pisau Ilmu

Kata bapak (Kanjeng Papih) tidak semua orang bisa mengasah pisau. Terbukti, di rumah tidak setiap anggotanya pandai melakukan. Hanya bapa...