Kata bapak (Kanjeng Papih) tidak semua orang bisa mengasah pisau. Terbukti, di rumah tidak setiap anggotanya pandai melakukan. Hanya bapak, mas, dan aku. Sedang ibu (Kanjeng Mamih) sepertinya bisa meski kemampuannya sedikit di bawah kami. 😅
Bias merah cahaya senja mulai menyapa, pengantar beribu Bintang kerlip di Angkasa / Satu Bintang tampak tak berkawan di sana, sendiri; sepi Mereka menganggap dia berbeda; tak sama// Bukan berbeda sebenarnya … Hanya saja, dia tampak lebih terang dari yang lainnya
24 Februari 2017
21 Februari 2017
ROKOK
Kemarin ketika bapak hendak operasi di UGD RSIA Malang.
"Bapak ada sakit dada (jantung koroner) sudah berapa lama?"
(Enam belas tahun)
"Perokok ya, Pak? Satu hari habis satu bungkus?"
BAPER
A: "Semalem aku duluan yang istirahat, Kak!"
K: "Adik capek yaa?"
A: "Cape tidur seharian."
K: "Kok tidur seharian sih?"
A: "Banyak tidurnya, kan pengangguran ..."
K: "Adik nganggur? Kerja sana!"
A: "Cariin kerjaan ..."
K: "Kerja apa? Macul? Ngecet? Pasang pintu? Budidaya Jangkrik?"
A: "Aku bisa mencangkul, mencangkul hatinya lalu memendam namaku di dalamnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengasah Pisau Ilmu
Kata bapak (Kanjeng Papih) tidak semua orang bisa mengasah pisau. Terbukti, di rumah tidak setiap anggotanya pandai melakukan. Hanya bapa...
-
#DialogPingpong #Tipsmenghadapigombaler A: "Adek lagi galau?" R: "Eh? Galau?" A: "Itu, status fac...
-
Seperti tujuh tahun yang lalu, kelopakku serasa tertindih batu ketika menatap wajahmu yang teduh. Senyumku yang juga masih sipu kau anggap ...
-
Masih sangat jelas terekam di dalam ingatan. Kemarin, aku melakukan perjalanan dari kota Surabaya menuju Malang dengan menggunakan jasa tak...