17 Maret 2016

#1/Selamanya

Seperti tujuh tahun yang lalu, kelopakku serasa tertindih batu ketika menatap wajahmu yang teduh. Senyumku yang juga masih sipu kau anggap lucu.

"Adek ... kita ini uda resmi. Masa masih ga mau liat wajah suami?" Protesmu disertai tawa.

Kau berusaha menggenggam lembut jemari kurus yang sedikit kaku. 

"Aku belum terbiasa, Mas!" Jawabku sedikit menarik tangan dari genggamanmu. 

Aneh rasanya, berpegangan tangan dan menatap wajah jenis yang berlawanan. Posisi duduk kita juga masih sedikit berjauhan.

"Ini hari keempat kita resmi jadi pasangan, Adek. Sampai kapan ga mau ngeliat sama dideketin Mas?" Mendengarnya membuatku memandangmu lebih lama.

"Mas ... aku malu!" Aku yang kembali tertunduk kau rengkuh ke dalam pelukan. 

Tuhan! Pipiku memanas ...

*

#untukkaubaca

14 Maret 2016

~JRS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengasah Pisau Ilmu

Kata bapak (Kanjeng Papih) tidak semua orang bisa mengasah pisau. Terbukti, di rumah tidak setiap anggotanya pandai melakukan. Hanya bapa...