2 November 2015

Laut Mati

#DialogPingpong 
#Tipsmenghadapigombaler

A: "Adek lagi galau?" 

R: "Eh? Galau?" 

A: "Itu, status facebooknya galau mulu!" 

R: "Galau? Hanya perenungan aja, Kak. Hasil berbincang dengan nurani!" 

A: "Ciee ... lanjutkan, Dek. Keren hasilnya, bisa dibaca banyak orang. Sayangnya Kakak masih susah baca isi hati  penulisnya. Abis unyu banget sih!" 

R: "Namanya diupload pasti bisa dibaca banyak orang lah. Iya dong unyu!" 



A: "Jiah! Makanya mau diselami hatinya. Tapi takut tenggelam." 

R: ":v :v ..."

A: "Malah ketawa! Kasih pelampunglah, biar ga tenggelam!"

R: "Aku ga ada punya pelampung, Kak. Tapi tenang ... sekarang, kadar garam di hatiku tinggi. Jangankan tenggelam, diselami aja ga bisa!"

A: "Kakak mu ini kan penawar garam. Jadi sudah bukan halangan jika kadar garamnya tinggi."

R: "Penawar garam di laut apa?"

A: "Nyelemnya pake pelindung biar air garam kagak tembuh ke kita, Adeeek!" #mulaigajelas

R: "Kadar garamnya tinggi, bahkan melebihi laut mati. Bukannya cuma bisa ngambang?"

A: "Pelampungnya bisa buat nyelam pokonya." 

R masih menimpali dan Si A #semakinabsurd 


:v 

Sukabumi, 05102015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengasah Pisau Ilmu

Kata bapak (Kanjeng Papih) tidak semua orang bisa mengasah pisau. Terbukti, di rumah tidak setiap anggotanya pandai melakukan. Hanya bapa...