11 November 2015

Cinta dan Kasihku Layu

Selamat malam, Rindu ...
Aku ingin sedikit berbagi cerita denganmu. Begini:

Cinta dan Kasihku telah layu dari beberapa hari lalu. Aku menduga ini karena kemarau panjang yang telah melanda tanahku. Rindu, seperti yang kau tahu bahwa Cinta dan Kasihku sudah cukup sepuh. Akar-akarnya tak mampu menembus tanah yang semakin tandus, pertumbuhannya pun tak lagi berlanjut. Kekeringan beberapa bulan lalu menggugurkan dedaun Cinta dan Kasihku satu persatu. Menurutmu, apakah aku harus maklum?



Rindu, Cinta dan Kasihku berada jauh dari dari pandang mataku dan mu. Lalu, apakah aku harus mendatangi kemudian menyirami keduanya agar kembali hijau? Sepertinya harus begitu, terlebih Cintaku setiap hari menyebut namamu, menanyakan dirimu. Ya ... aku tahu apa yang Cinta dan Kasihku butuh. Aku harus menemui keduanya, secepatnya!

Akan kubawakan setetes air yang menyegarkan. Setetes air kerinduan, kebahagiaan, dan harapan yang senantiasa kusimpan di sela hati. Setetes  yang membawa kesembuhan.

Rindu, kau harus turut serta menemui Cinta dan Kasihku yang layu itu. Bersamamu akan kusirami keduanya dengan sepenuh rasa. Lalu, kita akan berteduh di bawahnya ketika hujan pun teriknya mentari menyapa ...



Malang 1111

Dari gadis yang akan selalu kecil untuk dua malaikat di rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengasah Pisau Ilmu

Kata bapak (Kanjeng Papih) tidak semua orang bisa mengasah pisau. Terbukti, di rumah tidak setiap anggotanya pandai melakukan. Hanya bapa...