Danau Ranu Kumbolo di Kaki Puncak
Mahameru menjadi saksi pertemuan antara kau dan aku, dua tahun lalu. Ketika sang
mentari kembali menyapa hari dari sela kedua bukit hijau itu, kau sapa aku
dengan candamu. Senyummu mengalahkan indahnya fajar saat itu. Dua meter jarak
antara kita tercipta ketika menikmati indahnya langit jingga ciptaan Tuhan Yang
Maha Kuasa. Dingin udara yang menerpa tubuhku, kau hadang dengan guyonanmu yang
menghangatkan jiwa. Sungguh indah!
Satu minggu setelah pertemuan kita, kau menghubungi diriku. Entah dari mana deretan
11 digit angka itu kau dapat untuk menghubungkanmu padaku. Waktu kian berlalu,
dan komunikasi kita senantiasa terjaga, aku semakin terbiasa dengan hadirmu di
setiap hariku.
**
Dua tahun bukanlah waktu yang
singkat bagi kita untuk menyatukan hati dan tujuan. Pelaminan menjadi ujung
dari penantian. Pertunjukan wayang menjadi anganku saat hari bahagia kita tiba,
bukan untuk hura-hura dan membuang rupiah. Aku hanya ingin membahagiakan Ayah.